Selasa, 10 Mei 2011

KISAH SEORANG ANAK YANG BERTARUNG DENGAN PENYAKITNYA DAN KEDUA ORANG TUANYA YANG BERTARUNG DENGAN EGOISNYA MASING-MASING Ada kisah yang mungkin banyak membuat orang mengeluarkan air mata dan juga menunjukan senyuman di wajah setiap orang yang bersangkutan di dalam kisah tersebut maupun yang tidak bersangkutan. Kesabaran , amarah, kebencian, kesakitan, keharuan, ketidakadilan, kesombongan, dan masih banyak lagi perasaan yang pernah dirasakan oleh mereka yang bersangkutan. Awalnya begini “ ada pernikahan yang terjadi tetapi tidak biasanya terjadi soalnya pernikahan ini terjadi dengan terpaksa karna orang tua dari mempelai laki-laki(Rama) tidak pernah menyetujui atau merestui hubungan mereka dari awal mereka berpacaran tetapi mempelai wanita yaitu Sasha sudah mengandung jabang bayi dari Rama maka dari itu lah mereka dinikahkan secara paksa oleh keluarganya Sasha agar menutupi kejadian yang terjadi dan juga tidak menanggung malu sendiri karna Sasha sudah mengandung 5 bulan jadi perutnya Sasha sudah membesar dan sudah bisa terlihat oleh keluarga maupun tetangga-tetangganya, walaupun mereka menikah tidak di rayakan atau tidak mengundang teman-teman dekatnya karna keluarga Rama termasuk keluarga yang terhormat dan orang tua dari rama tidak pernah setuju maka tidak dirayakan atau mengundang teman-teman dekatnya hanya dari keluarga besar Sasha yang hadir walaupun dari keluarga Rama hanya sodara-sodara saja tanpa kedua orang tua dari Rama. Beberapa jam kemudian, akhirnya selesailah sudah pernikahan mereka. Setelah menikah kemudian Rama dan Sasha tinggal di kontrakan kakaknya Sasha dengan membawa perut yang besar setelah kandungannya sudah 9 bulan pada malam hari pukul 01.00 malam Sasha merasa bayi yang ada di kandungannya akan segera lahir, maka Rama yang posisinya berada di kediaman orang tuanya saat itu karena Rama mempunyai tugas dari kampusnya maka Rama sedang berada di rumah kedua orang tuanya , Rama yang sedang mengerjakan semua tugas-tugas dari kampusnya Rama segera datang ke tempat Sasha tetapi Rama memakai kendaraan sepeda motor dan kebinggungan. Akhirnya dengan kasih sayang kedua orang tua Rama merekapun datang dan mengantar Sasha ke rumah sakit setelah sampai dan Sasha melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Raihan anak yang ganteng seperti Rama dan berkulit putih seperti Sasha, setelah terlahirnya Raihan kedua orang tua Rama tersenyum bahagia serasa semua kebencian dan amarah terendam dengan adanya Raihan dalam kehidupan Rama dan Sasha maupun kedua orang tuanya Rama dan setelah itu orang tuanya Rama menerima Sasha dan Raihan dalam keluarga besarnya dan mereka tinggal di rumah orang tuanya rama, disana banyak sekali kebahagiaan dan ketenagan dalam kehidupan mereka. Tetapi di saat mereka sedang merasakan kebahagiaan dan ketenangan tersebut Rama mendapatkan pesan di handponenya bahwa dia harus bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan kepada mantan pacarnya itu yang bernama Dina yang sedang mengandung 4 bulan tersebut. Rama kaget dan tidak tau harus berbuat apa karena dia sudah menikah dan mempunyai anak dari Sasha , dan akhirnya Rama menyuruh Dina untuk menggugurkan kandungannya tetapi Dina tidak mau dan akhirnya memberi tahu pada keluarganya Rama termasuk Ayahnya rama kecuali ibunya karena ibunya mempunyai penyakit bila mendapat berita yang tidak baik dia akan jatuh sakit akhirnya ayahnya, adik-adik Rama menanyakan semuanya kepada Rama di luar rumah” Rama apakah benar kamu telah menghamili Dina mantan pacar kamu itu “ ucap ayah pada Rama. Rama menjawab “Tidak Yah , dia pembohong Yah yang buat dia hamil itu orang lain bukan Rama “ ucap Rama dengan raut wajah yang gugup. “ sudah jujur saja pada ayah itu anak kamu kan Rama , apa kamu tidak punya hati sampai semua ini terjadi pada perempuan-perempuan yang pernah menjadi pacar kamu itu “ucap ayah dengan hati yang kecewa dan marah. “ Yah maafkan Rama “ jawab Rama sujud pada kaki Ayahnya.”Ya ampun Rama ternyata semua ini benar terjadi , Ya Allah mengapa semua ini terjadi pada hidup ku apa salah aku sampai cobaan ini terjadi dalam hidup ku. Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang pada Dina ?“ ayah mengucapkannya dan mengeluarkan air mata di dalam batinnya.” Aku tidak tahu ayah aku tidak mau kehilangan Sasha dan Raihan , aku begitu mencintainya dan menyayanginya aku binggung apa yang harus aku lakukan masa aku harus menikahi juga Dina padahal aku belum terlalu lama menikah dengan Sasha dan bagaimana nantinya perasaan Sasha disaat itu yah aku binggung” jawab Rama yang kebinggungan. “Menurut ayah sebaiknya kamu pikirkan dengan matang dan benar apa yang akan kamu lakukan selanjutnya kepada keluarga kamu dan Dina mantan kamu yang sedang mengandung anak kamu juga” ucap ayah. Di saat keluarga itu sedang merasakan kesedihan dan kebinggungan , Raihan anak dari Rama menagis seperti mengerti akan kejadian yang terjadi tetapi dia juga seperti merasakan kesakitan yang amat dalam. Lalu Rama meminta ijin untuk menghampiri Raihan anaknya karna Sasha sedang pergi ke ibunya, kata ayahnya ya silahkan dengan hati yang begitu sakit. Akhirnya Rama menghampiri Raihan dan mengendong Raihan sambil mengeluarkan air matanya. Rama bicara pada Raihan “ Nak maafkan papah yang telah menyakitimu dan ibumu , papah khilaf melakukan semua itu papah menyesal sekali nak ! mugkin kalau ibumu tau dia pasti menagis dan kecewa sama papah mungkin dia akan meminta mengakhiri hubungan pernikahan papah dengan ibu.”Rama mengeluarkan air mata yang tak bisa ditahan lagi olehnya. Tiba-tiba Raihan juga meneteskan air mata yang tak terduga olehnya , Rama tambah merasa bersalah sekali dengan semua yang dia lakukan. Lama kelamaan Raihan tertidur sangat terlelap , setelah itu Sasha datang dengan membawa perlengkapan untuk Raihan. Sasha binggung mengapa setelah dia pulang Rama yang biasanya tersenyum dan merangkulnya ketika datang sekarang tidak malah melamun saja dan banyak berfikir tanpa berbicara. Sasha sangat kebinggungan sampai-sampai dia bertanya pada ayah Rama, ayah Rama kebinggungan juga mau menjawab apa dan bagaimana takutnya salah bicara dan Sasha mengetahui semua yang terjadi sebelum Rama siap dan berfikir matang. Akhirnya ayahnya bilang saja “mungkin dia sedang ada masalah yang rumit di kampusnya jadi dia banyak melamun dan berfikir.” Ucap ayah yang binggung. “ oh..gitu ya yah , yaudah makasih ya yah aku kembali lagi ke kamar dulu .” jawab Sasha dengan keanehan. Hari demi hari telah terlewatkan tapi Rama tetap saja seperti itu , akhirnya Sasha memberanikan diri untuk bertanya langsung pada Rama. Setelah ditanya Rama malah tidak menjawab seperti yang tidak dengar dan aneh kelakuannya tidak seperti biasanya. Dipikiran Sasha penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa dia tanyakan. Akhirnya dia binggung sendiri dan dia tidak tau apa yang harus dia lakukan pada Rama. Bulan pun berganti tetapi Rama masih tetap begitu akhirnya Sasha mengirimkan dokter untuk Rama ketika akan diperiksa Rama malah marah-marah pada Sasha dan merekapun akhirnya bertengkar yang tak biasanya mereka lakukan. Dokternya pun meminta ijin untuk pulang, dan pulang lah dokter tersebut dan Rama bersama Sasha masih terus bertengkar mengeluarkan semua egoisnya dan amarnya masing-masing akhirnya Rama mengeluarkan kata-kata yang mungkin membuat Sasha kecewa yaitu Bercerai, dan Sasha pun dengan segala keegoisannya dia tanpa memikirkan sesuatu yaitu Raihan Sasha berkata “ iya kalau itu mau mu terserah besok kita ke pengadilan dan selesaikan urusan kita” ucap Sasha dengan amarah yang tinggi. “ Baik “ Jawab Rama dengan amarah juga yang tinggi. Lalu ketika mereka sudah bicara seperti itu Raihan lalu menangis disaat dia sedang bermain dilantai karna dia sedang belajar berjalan dan mengenal barang-barang yang ada di sekitarnya tetapi Rama dan Sasha juga mendegarkan seperti Raihan yang kesakitan entah mengapa , tetapi mereka tetap saja bertengkar dan tidak memikirkan Raihan yang sedang menanggis, sedangkan keluarga Rama sedang tidak ada dirumah jadi semuanya menjadi panas dan tak terkendali akhirnya setelah beberapa jam setelah mereka selesai dan Sasha membereskan baju-bajunya lama-lama mereka berdua baru terfikir terhadap Raihan karna mereka berdua tidak mendengarkan lagi tangisan dari Raihan, ketika mereka menghampiri Raihan , Raihan sudah pingsan dan tak terkendali lagi. Akhirnya Raihan di bawa ke rumah sakit dan keluarga Rama dan keluarga Sasha datang ke rumah sakit dengan penuh pertanyaan kenapa bisa terjadi dan lain-lain ! mereka berdua saling menyalahkan dan bertengkar lagi di rumah sakit dan keluarga dari masing-masing heran. Dan ketika dokter datang dan memberi kabar tidak baik mereka berdua tetap bertengkar seperti tidak ada yang dipikirkan lagi selain bercerai. Semua keluarganya sampai tidak percaya mereka seegois itukah sampai tidak ingat sama sekali dengan anaknya sendiri yang sedang sakit. Ketika diberitahukan bahwa Raihan sakit kanker otak yang mungkin masih bisa lagi disembuhkan tetapi hanya sedikit kemungkinan karna sudah terlambat Raihan dibawa ke rumah sakit maka kankernya sudah menyebar dengan sangat cepat pada bagian saraf-saraf yang sangat penting. Tetapi mereka tetap dengan keegoisannya yang sangat besar akan tetap bercerai disaat Raihan sedang membutuhkan mereka berdua.” sungguh amat kejamnya orang tua Raihan yaitu anak ku juga Rama dia tidak pernah memikirkan keselamatan Raihan tapi perceraian mereka yang sedang ada di pikiran mereka” ucap ibu Rama. Setelah keesokan harinya mereka benar-benar pergi ke pengadilan tanpa memikirkan Raihan yang ada di rumah sakit, dan akhirnya bercerai lah mereka berdua dan Rama akan menikahi Dina tetapi Sasha akan pergi ke amerika ke tempat tinggal ayahnya tanpa membawa Raihan. Ketika Dina menanyakan bagaimana keadaan anaknya Rama , Rama menjawab dengan tenang tanpa kasih sayang Em.... baik ko ! dan Dina mejawab lagi owh syukurlah , ucap Dina. Disaat kedua orang tuanya Raihan berpisah atau bercerai Raihan selalu semangat melawan penyakitnya itu dan keadaannya semakin membaik tidak seperti awalnya untung saja Raihan dirawat dan dibiayai rumah sakit oleh orang tua Rama karna orang tuanya Rama lebih mampu dari pada keluarganya Sasha. Ketika Rama dan Dina akan melangsungkan pernikahan dan Raihan sudah mulai beranjak besar barulah Rama mengingat anaknya itu yang sedang sakit dan menyesali kembali perbuatannya itu dan meminta maaf sebelum pernikahan mereka dimulai. Akhirnya Raihan bisa merasakan kembali memiliki keluarga walaupun pada saat dia kecil dia belum pernah merasakan kasih sayang pada saat dia sedang bertarung dengan penyakitnya yang bisa merenggut nyawanya itu , tapi Raihan tetap tegar dan menerima semua yang terjadi dan mempunyai adik baru dari Ibu tirinya yaitu Dina dan bahagialah mereka walaupun Raihan belum pernah liat ibu kandungnya karna ada di amerika serikat meninggalkan dia saat masih kecil dan masih bertarung dengan penyakitnya.



Ada kisah yang mungkin banyak membuat orang mengeluarkan air mata dan juga menunjukan senyuman di wajah setiap orang yang bersangkutan di dalam kisah tersebut maupun yang tidak bersangkutan. Kesabaran , amarah, kebencian, kesakitan, keharuan, ketidakadilan, kesombongan, dan masih banyak lagi perasaan yang pernah dirasakan oleh mereka yang bersangkutan. Awalnya begini “ ada pernikahan yang terjadi tetapi tidak biasanya terjadi soalnya pernikahan ini terjadi dengan terpaksa karna orang tua dari mempelai laki-laki(Rama) tidak pernah menyetujui atau merestui hubungan mereka dari awal mereka berpacaran tetapi mempelai wanita yaitu Sasha sudah mengandung jabang bayi dari Rama maka dari itu lah mereka dinikahkan secara paksa oleh keluarganya Sasha agar menutupi kejadian yang terjadi dan juga tidak menanggung malu sendiri karna Sasha sudah mengandung 5 bulan jadi perutnya Sasha sudah membesar dan sudah bisa terlihat oleh keluarga maupun tetangga-tetangganya, walaupun mereka menikah tidak di rayakan atau tidak mengundang teman-teman dekatnya karna keluarga Rama termasuk keluarga yang terhormat dan orang tua dari rama tidak pernah setuju maka tidak dirayakan atau mengundang teman-teman dekatnya hanya dari keluarga besar Sasha yang hadir walaupun dari keluarga Rama hanya sodara-sodara saja tanpa kedua orang tua dari Rama. Beberapa jam kemudian, akhirnya selesailah sudah pernikahan mereka. Setelah menikah kemudian Rama dan Sasha tinggal di kontrakan kakaknya Sasha dengan membawa perut yang besar setelah kandungannya sudah 9 bulan pada malam hari pukul 01.00 malam Sasha merasa bayi yang ada di kandungannya akan segera lahir, maka Rama yang posisinya berada di kediaman orang tuanya saat itu karena Rama mempunyai tugas dari kampusnya maka Rama sedang berada di rumah kedua orang tuanya , Rama yang sedang mengerjakan semua tugas-tugas dari kampusnya Rama segera datang ke tempat Sasha tetapi Rama memakai kendaraan sepeda motor dan kebinggungan. Akhirnya dengan kasih sayang kedua orang tua Rama merekapun datang dan mengantar Sasha ke rumah sakit setelah sampai dan Sasha melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Raihan anak yang ganteng seperti Rama dan berkulit putih seperti Sasha, setelah terlahirnya Raihan kedua orang tua Rama tersenyum bahagia serasa semua kebencian dan amarah terendam dengan adanya Raihan dalam kehidupan Rama dan Sasha maupun kedua orang tuanya Rama dan setelah itu orang tuanya Rama menerima Sasha dan Raihan dalam keluarga besarnya dan mereka tinggal di rumah orang tuanya rama, disana banyak sekali kebahagiaan dan ketenagan dalam kehidupan mereka. Tetapi di saat mereka sedang merasakan kebahagiaan dan ketenangan tersebut Rama mendapatkan pesan di handponenya bahwa dia harus bertanggung jawab dengan apa yang dia lakukan kepada mantan pacarnya itu yang bernama Dina yang sedang mengandung 4 bulan tersebut. Rama kaget dan tidak tau harus berbuat apa karena dia sudah menikah dan mempunyai anak dari Sasha , dan akhirnya Rama menyuruh Dina untuk menggugurkan kandungannya tetapi Dina tidak mau dan akhirnya memberi tahu pada keluarganya Rama termasuk Ayahnya rama kecuali ibunya karena ibunya mempunyai penyakit bila mendapat berita yang tidak baik dia akan jatuh sakit akhirnya ayahnya, adik-adik Rama menanyakan semuanya kepada Rama di luar rumah” Rama apakah benar kamu telah menghamili Dina mantan pacar kamu itu “ ucap ayah pada Rama. Rama menjawab “Tidak Yah , dia pembohong Yah yang buat dia hamil itu orang lain bukan Rama “ ucap Rama dengan raut wajah yang gugup. “ sudah jujur saja pada ayah itu anak kamu kan Rama , apa kamu tidak punya hati sampai semua ini terjadi pada perempuan-perempuan yang pernah menjadi pacar kamu itu “ucap ayah dengan hati yang kecewa dan marah. “ Yah maafkan Rama “ jawab Rama sujud pada kaki Ayahnya.”Ya ampun Rama ternyata semua ini benar terjadi , Ya Allah mengapa semua ini terjadi pada hidup ku apa salah aku sampai cobaan ini terjadi dalam hidup ku. Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang pada Dina ?“ ayah mengucapkannya dan mengeluarkan air mata di dalam batinnya.” Aku tidak tahu ayah aku tidak mau kehilangan Sasha dan Raihan , aku begitu mencintainya dan menyayanginya aku binggung apa yang harus aku lakukan masa aku harus menikahi juga Dina padahal aku belum terlalu lama menikah dengan Sasha dan bagaimana nantinya perasaan Sasha disaat itu yah aku binggung” jawab Rama yang kebinggungan. “Menurut ayah sebaiknya kamu pikirkan dengan matang dan benar apa yang akan kamu lakukan selanjutnya kepada keluarga kamu dan Dina mantan kamu yang sedang mengandung anak kamu juga” ucap ayah. Di saat keluarga itu sedang merasakan kesedihan dan kebinggungan , Raihan anak dari Rama menagis seperti mengerti akan kejadian yang terjadi tetapi dia juga seperti merasakan kesakitan yang amat dalam. Lalu Rama meminta ijin untuk menghampiri Raihan anaknya karna Sasha sedang pergi ke ibunya, kata ayahnya ya silahkan dengan hati yang begitu sakit. Akhirnya Rama menghampiri Raihan dan mengendong Raihan sambil mengeluarkan air matanya. Rama bicara pada Raihan “ Nak maafkan papah yang telah menyakitimu dan ibumu , papah khilaf melakukan semua itu papah menyesal sekali nak ! mugkin kalau ibumu tau dia pasti menagis dan kecewa sama papah mungkin dia akan meminta mengakhiri hubungan pernikahan papah dengan ibu.”Rama mengeluarkan air mata yang tak bisa ditahan lagi olehnya. Tiba-tiba Raihan juga meneteskan air mata yang tak terduga olehnya , Rama tambah merasa bersalah sekali dengan semua yang dia lakukan. Lama kelamaan Raihan tertidur sangat terlelap , setelah itu Sasha datang dengan membawa perlengkapan untuk Raihan. Sasha binggung mengapa setelah dia pulang Rama yang biasanya tersenyum dan merangkulnya ketika datang sekarang tidak malah melamun saja dan banyak berfikir tanpa berbicara. Sasha sangat kebinggungan sampai-sampai dia bertanya pada ayah Rama, ayah Rama kebinggungan juga mau menjawab apa dan bagaimana takutnya salah bicara dan Sasha mengetahui semua yang terjadi sebelum Rama siap dan berfikir matang. Akhirnya ayahnya bilang saja “mungkin dia sedang ada masalah yang rumit di kampusnya jadi dia banyak melamun dan berfikir.” Ucap ayah yang binggung. “ oh..gitu ya yah , yaudah makasih ya yah aku kembali lagi ke kamar dulu .” jawab Sasha dengan keanehan. Hari demi hari telah terlewatkan tapi Rama tetap saja seperti itu , akhirnya Sasha memberanikan diri untuk bertanya langsung pada Rama. Setelah ditanya Rama malah tidak menjawab seperti yang tidak dengar dan aneh kelakuannya tidak seperti biasanya. Dipikiran Sasha penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa dia tanyakan. Akhirnya dia binggung sendiri dan dia tidak tau apa yang harus dia lakukan pada Rama. Bulan pun berganti tetapi Rama masih tetap begitu akhirnya Sasha mengirimkan dokter untuk Rama ketika akan diperiksa Rama malah marah-marah pada Sasha dan merekapun akhirnya bertengkar yang tak biasanya mereka lakukan. Dokternya pun meminta ijin untuk pulang, dan pulang lah dokter tersebut dan Rama bersama Sasha masih terus bertengkar mengeluarkan semua egoisnya dan amarnya masing-masing akhirnya Rama mengeluarkan kata-kata yang mungkin membuat Sasha kecewa yaitu Bercerai, dan Sasha pun dengan segala keegoisannya dia tanpa memikirkan sesuatu yaitu Raihan Sasha berkata “ iya kalau itu mau mu terserah besok kita ke pengadilan dan selesaikan urusan kita” ucap Sasha dengan amarah yang tinggi. “ Baik “ Jawab Rama dengan amarah juga yang tinggi. Lalu ketika mereka sudah bicara seperti itu Raihan lalu menangis disaat dia sedang bermain dilantai karna dia sedang belajar berjalan dan mengenal barang-barang yang ada di sekitarnya tetapi Rama dan Sasha juga mendegarkan seperti Raihan yang kesakitan entah mengapa , tetapi mereka tetap saja bertengkar dan tidak memikirkan Raihan yang sedang menanggis, sedangkan keluarga Rama sedang tidak ada dirumah jadi semuanya menjadi panas dan tak terkendali akhirnya setelah beberapa jam setelah mereka selesai dan Sasha membereskan baju-bajunya lama-lama mereka berdua baru terfikir terhadap Raihan karna mereka berdua tidak mendengarkan lagi tangisan dari Raihan, ketika mereka menghampiri Raihan , Raihan sudah pingsan dan tak terkendali lagi. Akhirnya Raihan di bawa ke rumah sakit dan keluarga Rama dan keluarga Sasha datang ke rumah sakit dengan penuh pertanyaan kenapa bisa terjadi dan lain-lain ! mereka berdua saling menyalahkan dan bertengkar lagi di rumah sakit dan keluarga dari masing-masing heran. Dan ketika dokter datang dan memberi kabar tidak baik mereka berdua tetap bertengkar seperti tidak ada yang dipikirkan lagi selain bercerai. Semua keluarganya sampai tidak percaya mereka seegois itukah sampai tidak ingat sama sekali dengan anaknya sendiri yang sedang sakit. Ketika diberitahukan bahwa Raihan sakit kanker otak yang mungkin masih bisa lagi disembuhkan tetapi hanya sedikit kemungkinan karna sudah terlambat Raihan dibawa ke rumah sakit maka kankernya sudah menyebar dengan sangat cepat pada bagian saraf-saraf yang sangat penting. Tetapi mereka tetap dengan keegoisannya yang sangat besar akan tetap bercerai disaat Raihan sedang membutuhkan mereka berdua.” sungguh amat kejamnya orang tua Raihan yaitu anak ku juga Rama dia tidak pernah memikirkan keselamatan Raihan tapi perceraian mereka yang sedang ada di pikiran mereka” ucap ibu Rama. Setelah keesokan harinya mereka benar-benar pergi ke pengadilan tanpa memikirkan Raihan yang ada di rumah sakit, dan akhirnya bercerai lah mereka berdua dan Rama akan menikahi Dina tetapi Sasha akan pergi ke amerika ke tempat tinggal ayahnya tanpa membawa Raihan. Ketika Dina menanyakan bagaimana keadaan anaknya Rama , Rama menjawab dengan tenang tanpa kasih sayang Em.... baik ko ! dan Dina mejawab lagi owh syukurlah , ucap Dina. Disaat kedua orang tuanya Raihan berpisah atau bercerai Raihan selalu semangat melawan penyakitnya itu dan keadaannya semakin membaik tidak seperti awalnya untung saja Raihan dirawat dan dibiayai rumah sakit oleh orang tua Rama karna orang tuanya Rama lebih mampu dari pada keluarganya Sasha. Ketika Rama dan Dina akan melangsungkan pernikahan dan Raihan sudah mulai beranjak besar barulah Rama mengingat anaknya itu yang sedang sakit dan menyesali kembali perbuatannya itu dan meminta maaf sebelum pernikahan mereka dimulai. Akhirnya Raihan bisa merasakan kembali memiliki keluarga walaupun pada saat dia kecil dia belum pernah merasakan kasih sayang pada saat dia sedang bertarung dengan penyakitnya yang bisa merenggut nyawanya itu , tapi Raihan tetap tegar dan menerima semua yang terjadi dan mempunyai adik baru dari Ibu tirinya yaitu Dina dan bahagialah mereka walaupun Raihan belum pernah liat ibu kandungnya karna ada di amerika serikat meninggalkan dia saat masih kecil dan masih bertarung dengan penyakitnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar